Penuhi Tuntutan Kebutuhan Auditor, Workshop CPA Dasar Dilaksanakan FEB UNISMA

Kebutuhan dunia kerja Indonesia akan Profesi jasa akuntan publik profesional sangat tinggi. Hingga awal tahun ini saja, setidaknya 226 ribu organisasi di Indonesia yang memerlukan jasa akuntan publik. Hal ini membuka Peluang kerja bagi lulusan Akuntansi untuk merambah profesi ini. Namun untuk masuk profesi ini membutuhkan Ujian sertifikasi CPA (Certified Public Accountant) yg tidak mudah. Ada 3 tingkatan CPA Exam yang harus dilalui yaitu Ujian tingkat Dasar, Ujian tingkat Profesional dan Ujian Penilaian Kompetensi rekan perikatan audit. Atas dasar ini, maka digelar Workshop CPA Dasar bagi calon lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang bertempat di Ruang K.H Masykur Lantai 4 Gedung Yayasan Universitas Islam Malang, disamping dihadiri oleh peserta internal, acara ini juga diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi se-Malang Raya. Acara ini sendiri digelar selama 2 hari yaitu 9-10 Februari 2019 dengan narasumber kalangan praktisi yang sangat kredibel dan kompenten di bidangnya, seperti Jaswadi, SE, Akt, CA, CPA, DBA, Drs Hari Purnomo, M.Si, Akt, CA, CPA, Sendi Cahyadi, SE, MSA, Akt, CA, CPA, ACPA, San Rudiyanto SE, MSA, Akt, CA, AAPB, CPA, dan Nurlita Novianti, SE, MSi, Akt, CA, CPA.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang, Nur Diana, SE, M.Si, dalam sambutannya sangat mengapresiasi Ikatan Akuntan Muda Indonesia se-Malang Raya yang merangkul semua elemen perguruan tinggi dalam meningkatkan calon lulusan program studi Akuntansi yang berminat menjalani profesi Akuntan Publik. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang sendiri, guna mendorong lulusannya dan masyarakat untuk berkiprah di profesi Akuntan Publik telah bekerjasama dengan IAPI dalam pendirian CPA test Center FEB UNISMA sejak tahun 2016 kemarin. Alhamdulilah hal ini direspon positif oleh kalangan profesional untuk mengikuti ujian di CPA Test Center FEB UNISMA. Beliau menyatakan bahwa akuntan memiliki peran strategis baik bagi perusahaan swasta maupun lembaga publik di Indonesia maupun dunia Internasional. Laporan keuangan yang diaudit oleh para akuntan akan berkontribusi terhadap penetapan kebijakan-kebijakan keuangan yang dikeluarkan oleh lembaga publik maupun swasta. "Minimnya jumlah auditor di Indonesia tidak sebanding dengan pertumbuhan perusahaan yang membutuhkan jasa audit. Jangan sampai kekurangan auditor ini justru menyebabkan negara Indonesia banyak dibanjiri oleh akuntan publik regional."


Jangan Lewatkan Kabar Terbaru dari Kami!

Berita Terbaru