Disrupsi Teknologi, Banyak Investor Tidak Lagi Fokus Pada Bisnis Konvensional, Tapi Pada Perusahaan Teknologi Pemula Ini

Perubahan dunia keuangan akibat disrupsi teknologi tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan global. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA) sadar akan hal tersebut dan berinisiatif untuk memperbaharui literasi keuangan dengan mengadakan seminar internasional bertema International Financial Market dengan narasumber Prof. Elvira Sojli dari University of New South Wales Business School Australia. Acara yang di gelar pada tanggal 16 Desember 2019, di Gedung Pascasarjana Lt. 7 Hall Abdrahman Wahid ini diikuti antusias oleh tidak hanya ratusan mahasiswa/i FEB melainkan juga tamu undangan akademisi dan mahasiswa asing dari universitas lain yang memadati hingga setiap sudut ruangan.

Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE, MSi, mengapresiasi kegiatan yang melibatkan banyak mahasiswa baik mahasiswa asing maupun mahasiswa dalam negeri serta akademisi yang peduli terhadap perkembangan pasar keuangan. Terselenggaranya kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi penting FEB UNISMA dalam pengembangan literasi  bidang ilmu keuangan khususnya pasar keuangan secara internasional. “Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan gambaran dan wawasan tentang tren perkembangan riset bond market, retail bank market, dan equity market atau pasar modal secara global", papar nya.

Adapun, Prof. Elvira Sojli dalam paparannya menjabarkan bahwa tentang eurobond dengan floating rate dan fixed rate dalam hubungannya dengan equity banyak didominasi oleh perusahaan multinadional yang sangat besar, organisasi pemerintah, dan organisasi internasional. "Perkembangan Eurobond di Asia sering terjadi di Asian Currency Market dan Asian Bond yang dikenal dengan istilah "dragon bound". Tidak hanya itu, seiring dengan munculnya banyak perusahaan teknologi pemula yang mendaftarkan sahamnya di pasar saham, tren kepemilikan atau pemilihan investasi saham juga mulai bergeser tidak hanya berfokus pada industri oil and gas, melainkan juga perusahaan teknologi seperti Google, Amazon, bahkan Alibaba," jelas beliau.


Jangan Lewatkan Kabar Terbaru dari Kami!

Berita Terbaru